Minggu, 19 April 2015

Teruntuk Istri Masa Depanku



لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات  Salam rinduku untukmu, Istri Masa Depanku.

Entahlah, laki-laki itu paling sulit untuk mengatakan cinta secara verbal. Oleh sebab itu aku beranikan diri untuk menulis surat ini dengan harapan agar kata yang tak bisa diucapkan oleh bibir ini bisa tersampaikan. Hanya untukmu, untukmu seorang.

Kau tahu, orang bilang mempercayai sesuatu tanpa melihat langsung dengan mata kepala sendiri adalah bodoh. Tetapi bagiku, mempercayai bahwa aku jatuh cinta padamu adalah suatu hal yang pasti. Pasti ada, sebagaimana aku meyakini bahwa Allah itu memang ada dan Nabi Muhammad itu memang nyata adanya. Saat ini, aku memang buta akan siapa dirimu. Bagaimana dirimu, dimana kau tinggal, apa yang sedang kau lakukan saat ini bahkan aku tidak tahu apakah kau juga sedang memikirkanku sebagaimana aku memikirkanmu saat ini?

Istri masa depanku, dengarkanlah. Aku selalu menyematkan namamu didalam bait do’a-do’aku. Memohon pada Yang Maha Kuasa agar aku bisa menikahimu suatu hari kelak. Sajadah sebagai tempat aku memohon meletakkan kepalaku dalam posisi yang paling rendah, memohon agar kau bisa menjadi teman hidupku. Walau demikian, aku tidak ingin tergesa-gesa untuk bisa menemuimu. Aku pinta pada Allah untuk semakin mematangkan pikiranku, agar saat kita bertemu kelak kau akan merasa bahwa aku memang calon imam yang pantas untuk dirimu.

Wahai istri masa depanku, saat ini aku tengah terengah-rengah mendaki untuk bisa meraih mimpi-mimpiku. Oleh sebab itu, kumohon kau untuk bersabar dan tetap mendoakanku dari jauh agar saat kita bertemu nanti kau tak kan perlu menderita.

Kau adalah orang yang akan paling tahu tentang luar dan dalamnya diriku. Aku berharap kau akan selalu menyemangati diriku saat kelelahan. Kau akan menuruti segala kata-kataku dan menjadi istri sholehah yang patuh, tapi tenang saja aku tidak akan mengekang hidupmu setelah menjadi istriku. Aku tidak sejahat itu sayang. Layaknya berhijab, kau akan merasa terbuka saat tertutup. Kebebasan adalah hak dirimu selama masih layak sebagai seorang istri. Kau akan tetap terus menyiram cinta kita setiap hari sehingga pohon tersebut akan tumbuh semakin besar dan menancap dalam dihati kita masing-masing.

Saat kita pergi ke suatu tempat. Akulah yang akan menanggung semua bebanmu dan sebagai istri yang berbakti kau akan selalu siap untuk mengusir semua rasa lelahku. Jika hari ini aku hanya berfotokan seorang diri, percayalah suatu hari nanti akan ada foto dimana tanganku memagang kamera dan kau memeluk erat pinggangku dengan senyum. Senyum kita mengembang memancarkan kebahagiaan, istriku.

Aku sadar, pernikahan kita tidak akan selamanya mulus. Tetapi layaknya nahkhoda yang mengendalikan sebuah kapal, aku akan selalu butuh dirimu untuk memperbaiki semuanya. Tanpa dirimu, aku akan gagal membangun pernikahan ini. Jika suatu saat nanti, aku tidak adil dan bijak dalam memimpin aku mohon kau untuk tidak segan-segan menegurku. Aku hanya manusia biasa dan juga bisa salah. Apapun yang kau katakan padaku, pastilah untuk kebahagiaan kita berdua.

 Wahai istri masa depanku, melalui pernikahan ini aku tidak hanya ingin kau menjadi istriku di dunia yang fana ini saja. Aku juga ingin kau untuk bisa menjadi bidadari surgaku kelak. Beruntunglah diriku bisa memiliki dirimu tidak hanya sekali, tapi untuk selamanya di surga.

Tunggu aku istri masa depanku, tunggu suamimu ini. Aku masih dan akan tetap berjuang. Sematkanlah aku didalam do’a rindumu. Aku akan segera menjemput dan menghalalkanmu. Pastikan dirimu siap saat aku tiba ya Istriku. Bersabarlah, percayakan semua pada Allah.


Dari aku yang mencintaimu,


Suami Masa Depanmu.

***

Sabtu, 21 Maret 2015

Quality Time at Puncak Lawang



Udah lama sebenernya gua punya rencana untuk ngajak adik gua buat jalan². Gag harus ke tempat yang wah, tapi yang pasti bisa bikin perasaan senang dan Alhamdulillah itu baru bisa terealisasikan hari ini. Bertepatan dengan hari libur Nyepi, gua raun-raun berdua sama adik gua ke Puncak Lawang. Tempatnya yang gag terlalu jauh, dan pastinya sangat menyenangkan benar-benar menggoda gua buat kesana. Apalagi ini adalah pertama kalinya gua ke Puncak Lawang.

Jam tujuh pagi, dengan tunggangan Motor Honda Beat putih gua melesat bareng adik gua dari Lubuk Basung menuju Puncak Lawang. Udara pagi pedesaan yang segar serta hangatnya cahaya mentari menemani perjalanan kami. Danau Maninjau adalah view pertama yang kami nikmati. Spectacular….itulah yang terngiang di kepala saat melihat birunya air danau Maninjau yang memantulkan cahaya kuning matahari.

Kelok 44 (ampek puluah ampek) kami lewati dengan mulus. Meski hari libur, tapi karna masih pagi jadi volume kendaraan yang melintas tidak begitu banyak. Sebelum ke Puncak Lawang, kami sempat singgah dulu di Ambun Tanai. View disini juga indah, dan lo pasti tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Yup,,, foto-foto… Keluarkan narsis lo, dek! Hahahahaha….

Ambun Tanai

Ambun Tanai

Ambun Tanai

Ambun Tanai
Sekitar satu jam perjalanan, kami pun sampai di tujuan utama. Puncak Lawang !! Alhamdulillah, cuaca pagi itu benar-benar cerah. Udara yang sangat dingin dan sejuk memenuhi paru-paru ini. Karna masih pagi, pengunjung yang datang belum begitu banyak jadi gua dan adik gua bebas untuk memilih spot-spot mana yang kami kehendaki buat berfoto-foto. Hahaha….


Puncak Lawang
Puncak Lawang
Puncak Lawang
Puas foto-foto, perut gua mulai bersuara. Bekal yang disiapkan Mama langsung gua sikat habis bareng adik gua. Makan ditepi jurang sambil liat birunya air Danau Maninjau dari atas bener-bener meyegarkan mata. Keren dah pokoknya. Gua jarang punya waktu berkualitas berdua dengan adik gua, dan ini adalah kesempatan yang gag mau gua sia-siain. Seenggagnya sebelum gua pergi diklat awal April besok ke Jakarta, gua udah bikin adik gua seneng :))





Maninjau, Sumatera Barat


***

Jumat, 13 Maret 2015

The Power of Hay



The power of hay? Emang apa sih kekuatan dari satu kata yang cuman terdiri dari tiga huruf ini? Mungkin itulah yang terbesit di kepala lo saat membaca judul dari tulisan ini. Jujur, gua pribadi sebenarnya juga gag ada yang spesial dari kata hai ini. Hai cuman kata sapaan paling sederhana diantara kata sapaan yang lain seperti "apa kabar".

Pernah gag lo ngebayangin darimana suatu pembicaraan bisa terjadi dengan begitu sangat lama? Yup, dialah kata hai yang memulai segalanya. Kata hai inilah yang bisa membuat kita lupa akan waktu karna pembicaraan yang terjadi begitu sangat panjang. Kata hai jualah yang mampu membuat manusia yang awalnya tidak saling kenal menjadi akrab. Membuat para tuna asmara menjadi kusut setelah mendapat sapaan hai dari mantan.

Hai adalah kata sederhana yang memiliki banyak makna. Hai bisa membuat perasaan seseorang menjadi berpohon-pohon (karna berbunga-bunga sudah terlalu mainstream) tatkala disapa oleh sang pujaan hati, tapi karna hai jua lah yang juga bisa membuat proses move on seseorang yang hampir 99,99% menjadi gagal karna sapaan hai dari mantan (rasain lo).

Hai juga bisa menjadi kata yang cukup mematikan bila digunakan mantan untuk membuat perasaan menjadi uring-uringan. Semua rasa terbawa akibat satu kata ini. Dalam kasus yang lebih berat, kata hai bisa membuat seseorang yang sedang dalam proses move on menderita ilusi kenangan akibat terbuai dengan kata hai.

Namun bagaimana jika sang mantan sudah terlanjur mengatakan hai? Atau bagaimana jika lo sendiri yang keceplosan mengatakan hai saat gag sengaja berpapasan di depan toilet? Well, pilihan ada ditangan kalian. Mengatakan hai duluan tidak akan membuat derajat lo menjadi hina, tetapi jangan mentang² lo disapa duluan terus lo merasa bangga dan besar kepala duluan. Terkadang orang yang mengatakan hai duluan adalah orang yang ingin bernostalgia tanpa mengulang kembali kejadian yang pernah terjadi. Cukup jadikan yang manis tetap menjadi manis, dan lupakan pahit. Kalau masih pahit, gua saranin lo buat nambahin gula.

So, say hay lah pada semua orang, agar tercipta pembicaraan yang seru dan mengenang. Salam mata blogger :))


Lubuk Basung, Agam



***

Sabtu, 28 Februari 2015

Maksiat kok Bangga?



First, gua bukannya mau sok sok ngajarin mana yang bener mana yang gag karna kadang gua juga rada² gag bener. Cuman sebagai manusia, kita kan udah dikasih akal pikiran sama Allah, yo digunain dengan pantaslah. Gua memang bukan orang yang agamis (sholat aja masih sering bolong) tapi seenggagnya gua masih tetap berusaha untuk jadi seorang hamba yang taat.

Apa yang gua denger hari ini bener² bikin gua shock. Sebut saja seorang tetangga gua yang akrab dipanggil Babe mengatakan hal yang sama sekali gag pantas untuk orang seusia beliau. Gua gag tahu darimana awal pembicaraan Babe dengan rekan²nya, namun yang pasti Babe melontarkan pernyataan bangga akan apa yang beliau lakukan. "Saya emang gag Sholat. Ngapain sholat, toh orang jahat masih tetap ada." Kurang lebih seperti itulah pernyataan yang dilontarkan Babe yang diiringi gelak tawanya.

Harusnya Babe mikir, dengan Sholatpun terkadang masih banyak dari kita yang berbuat salah, apalagi gag Sholat, ya makin salah dong. Ibarat lo naik gunung, para pendaki yang udah prepare segala alat seperti GPS, Peta, dll pun terkadang masih bisa salah jalur trek juga. Apalagi yang gag ada alat sama sekali, sudah pasti bakalan nyasar.

Gua geram, pengen banget rasanya berargument sama Babe. Cuman gua tahu Babe orang dengan tipikal gag mau denger omongan orang lain. Gua udah ngebayangin kalau gua nasehatin Babe, pasti bakal dibilang "Kamu masih muda, memangnya tahu apa? Saya ini lebih dulu ngerasain asam pahitnya dunia." Shiitt, gua tahu mendiamkan suatu persoalan itu gag baik, tapi daripada gua kesulut emosi duluan gua lebih milih beranjak dari tempat ini. Semoga Babe dapat pencerahan.

Padang, Sumatera Barat


***

Kamis, 26 Februari 2015

di(KERJA)in PT. MANDIRI CIPTA HARMONI (MACHO)



Segera mendapat pekerjaan dan memiliki penghasilan sendiri adalah dambaan setiap job seeker, termasuk juga dengan gua dan inilah pengalaman gua ketika di(kerja)in di PT. CIPTA HARMONI (MACHO).

Gua memperoleh informasi tentang perusahaan ini ketika gua melihat² lowongan yang terpampang di papan informasi di kantor pos pusat. Perhatian gua berhenti ketika melihat lowongan ini. Job yang ditawarkan sesuai dengan apa yang gua cari, selain itu semua syarat bisa gua penuhi.

Gua hanya 1½ hari bergabung dengan perusahaan ini. Dimulai dari tanggal 24 sampai 25 Februari 2015. Gua melamar posisi sebagai Administrasi tapi gua gag bisa langsung merasakan posisi tersebut. Kenapa? It's just a simple answer, posisi itu memang tidak pernah ada. Gua malah diarahkan untuk masuk di Management Trainee (MT). Rasa penasaran adalah alasan kenapa gua masih tetap bersedia untuk bergabung dengan perusahan ini, dan rasa penasaran ini mulai terkuak sedikit demi sedikit. Perusahaan ini berorientasi untuk menciptakan manager² muda baru yang ujung²nya pasti menjadi manager marketing. Dari 8 orang pelamar yang datang hari itu, gua yakin semua memiliki tujuan yang sama yakni ingin menempati posisi yang mereka minati tentunya seperti Admin, Gudang, SPV, dll. Tapi gua yakin seyakin  air laut itu memang asin bahwa posisi² tersebut tidaklah pernah ada.

Persepsi awal gua tentang perusahaan ini sebenarnya cukup positif. Gua yakin jika semua perusahaan menerapkan sistem yang dijalankan PT. MACHO ini, sistem marketing perusahaan pasti akan sangat fantastis. Namun ya itu, sangat disayangkan, betapapun baiknya sistem perusahaan jika kejujuran tidaklah ada itu sama saja dengan omong kosong. Semua orang diiming-imingi dengan posisi dan gaji tinggi, but trust me impian itu tidak akan pernah terwujud. Kebohongan yang budak² (gua lebih suka menyebutkan istilah "karyawan" dengan sebutan "budak") antara lain :
  • Ketika gua menanyakan kenapa harus observasi kelapangan padahal posisi yang gua lamar sebagai Admin. Entah apa hubungannya. Consultant gua cuman menjawab jika semua posisi memang harus merasakan dulu yang namanya observasi lapangan. Fine, untuk penjelasan awal gua terima semua jawaban itu. Sesampai dilapangan, tidak jauh panggang dari api. Ini memang sales! Kami semua  door to door mulai dari sekolahan sampai ke pasar² menawarkan produk sandal refleksiologi BlueID. Modus awal adalah dengan mengaku-ngaku sebagai mahasiswa PKL dari POLTEKES yang mendapat amanat (cie lagaknya sok banget ngaku² mahasiswa) dari Rumah Sakit pusat untuk mensosialisasikan alat kesehatan. Tidak luput juga dengan menjelaskan bahwa akan diadakan seminar tanggal sekian di RS tertentu, padahal semua itu hanya omong kosong (lagi). Gua yang hanya menjadi pemerhati kala itu cuman bisa memandang dengan ekpresi datar, padahal pikiran gua ngakak abis. That's was so funny man when see them offering that fucking product.
  • Gratis! Ya itu adalah senjata andalan. Budak² itu mengaku jika alat ini adalah gratis. Bahkan parahnya, budak² itu mengatakan kalau alat kesehatan ini adalah subsidi dari pemerintah sehingga bisa gratis. Fuck banget gag tuh.
  • Halalkan segala kata. Gua rasa itu adalah motto budak² itu.
  • Semua budak diwajibkan untuk datang mulai dari jam tujuh pagi sampai jam lima sore. Sebenarnya mereka nyari karyawan manusia apa robot? Hahaha...gag peduli mau tanggal merah kek, mau ada tsunami kek, yang penting para budak itu tetap harus bekerja agar target perusahaan bisa bisa tercapai.
  • Para budak itu sangat handal dalam hal pendekatan terhadap anak² baru. Cara bicara mereka, cara mereka mengambil hati para anak baru sungguh sangat manis. Untuk yang satu ini gua acungin jempol, setidaknya gua bisa dapat trik² dalam hal PDKT. Siapa tahu trik² itu manjur kalau gua mau nembak cewek nantinya. Hahahaha....
Jreng...jreng....jadi inilah kesimpulannya :

PT.MACHO akan selalu memasang iklan lowongan kerja ini dengan berbagai macam posisi (yang sebenarnya tidak pernah ada) yang sangat menggiurkan (awas iler lo keluar tuh). Satu-satunya posisi yang ada hanyalah Management Trainee (MT).

Tulisan gua ini bukan bermaksud untuk mencemarkan nama tertentu (padahal memang sudah tercemar) Gua cuman sharing atas apa yang sudah gua alami dengan PT. MACHO ini. Gua cuman gag mau adalagi yang masuk jebakan betmen menjadi Sales produk kesehatan yang gag jelas (segag jelas hubungan percintaan gua, apa sih) apa dan bagaimanya itu, tapi kalau lo, lo, dan lo pada masih mau mencoba dan merasa cocok dengan perusahaan itu silahkan dicoba. Gua gag berniat menutup pintu rezki atau apapun itu. Buat gua pribadi, gag deh sama perusahaan absurb kayak gini. Hahaha... Gua menceritakan hal ini, semata-mata hanya ingin berbagi pengalaman saja. Sekian dulu, salam worka holic.


Padang, Sumatera Barat


***